Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 10. Tampilkan semua postingan

Radio

frekuensi Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, , yang dipergunakan sebagai alat komunikasi. Gelombang ini digunakan sebagai pembawa informasi dari satu tempat ke tempat lain. Karena sifatnya yang mudah dipantulkan oleh lapisan ionosfer bumi, maka gelombang radio dapat mencapai tempat - tempat di bumi yang jaraknya sangat jauh dari pemancar radio. Informasi yang berupa suara dibawa oleh gelombang radio sebagai perubahan amplitudo yang disebut modulasi amplitudo, maupun sebagai perubahan frekuensi yang disebut modulasi frekuensi.
Seputar Pengertian Dan Jenis Gelombang Radio

Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; "radio frequency") pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.

Jenis Gelombang radio
  1. Gelombang panjang (long wave) ; gelombang jenis ini memiliki signal yang panjang sehingga mampu menjangkau range area yang sangat luas. Kerugian dari gelombang ini adalah memerlukan daya listrik yang sangat besar sehingga mahal dalam operasionalnya, Karena jenis gelombangnya panjang dan lebar menyebabkan rentan terhadap gangguan (noise)
  2. Gelombang pendek (short wave) gelombang yang menggunakan udara sebagai mediator. Jenis gelombang ini adalah SW (short wave), Keuntungan dari gelombang ini adalah Mampu menjangkau wilayah (coverage area) yang luas Banyak digunakan oleh pemancar internasional atau antar benua, Kerugian dari gelombang ini adalah Banyak
noise-nya khususnya dari matahari, cuaca, udara, halilintar dsb, Suara manusia dapat didengar dengan baik tetapi pengguanaan sound effect kehilangan mutu kulitasnya (kabur)
  • Gelombang medium (medium wave) ; gelombang yang menggunakan permukaan bumi sebagai mediator. Secara umum kebanyakan gelombang yang dipakai oleh stasiun radio. Jenis yang dipakai oleh gelombang ini adalam AM (amplitudo modulation) dan FM (frequency modulation) Keuntungan dari gelombang ini adalah Permukaan bumi kurang dipengaruhi cuaca sehingga tidak terjadi noise Mutu penyiaran lebih bagus dalam kualitas suara dan sound effect. Kerugian dari gelombang ini adalah Tanah menyerap gelombang lebih cepat daripada udara yang menyebabkan jarak jangkauan siaran lebih sempit sehingga memerlukan booster, Tanah di Indonesia mengandung besi yang cepat menyerap gelombang sehingga merupakan penghantar yang buruk
  • Pemancaran Gelombang
    1. Gelombang radio melalui kabel Merupakan cara mudah dalam memindahkan suara melalui radio, tetapi juga paling mahal. Prinsip pemancaran gelombang seperti ini umumnya digudakan di dalam gedung atau yang lebih dikenal sebagai in house radio (contoh kampus-kampus di Amerka atau inhouse radio di Matahari departement store) Keuntungannya dari gelombang ini adalah suara amat bagus, tidak ada gangguan Kerugian dari gelombang ini adalah membutuhkan biaya yang banyak karena diperlukan ribuan kabel.
    2. Gelombang radio melalui udara Pemancaran dengan cara ini biasanya menggunakan gelombang pendek. Mekanisme kerjanya adalah melemparkan gelombang suara dengan sudut tertentu ke langit-langit angkasa. Suara dalam bentuk gelombang itu selanjutnya dipantulkan dengan sudut yang sama ke permukaan bumI
    3. Radio Steaming / Radio Online Radio Online adalah yang di pancarkan dengan menggunakan teknologi berbasis digital, yang di kirimkan melalui Media media pengirim data seperti Satelite dan jaringan kabel.Suara dan Musik dari station radio akan di konversi menjadi bilangan biner, yang membentuk kode-kode yang nantinya kode tersebut bisa di konversi kembali ke dalam bentuk suara yang bisa kita dengar.

    Televisi

    A. Televisi

    Televisi merupakan media komunikasi yang berfungsi sebagai penerima pesan bergambar bergerak dan juga bersuara,baik itu yang monokrom (hitam putih) ataupun yang berwarna.Kata Televisi berasal dari kata Tele (jauh) dan Vision (bergambar).Jadi Televisi adalah proses penyapaian informasi yang bergerak dan bergambar dari jarak yang begitu jauh.Penemuan Televisi dapat disejajarkan dengan penemuan-penemuan lain seperti penemuan bola lampu,telepon ataupun roda karena penemuan televisi mampu mengubah peradaban dunia.
    Cara Kerja Televisi
    Agar dapat bekerja dan menampilkan gambar dari stasiun tv favorit mu, televisi terdiri dari bagaian-bagian yang saling menunjang agar bisa berfungsi. Secara garis besarnya bagian-bagian televisi berupa Antena, Catu daya (power), Tunner, Rangkain detektor video, Rangkain penguat video, dan Rangkain Audio.
    Berikut ini garis besar cara televisi bekerja :
         1.       Antena berfungsi untuk menangkap belombang yang dipancarkan oleh stasiun televisi
    1. Sinyal yang datang di alirkan menuju ke colokan antena yang ada pada televisi
    2. Sinyal yang datang membawa gelombang suara dan gambar karena gelombang yang di terima antena tv lebih dari satu macam (contoh gelombang stasiun RCTI, ANSirkuit di dalam televisi memisahkan gelombang ini (berupa suara dan gambar) sesuai dengan saluran tv yang kamu pilih kemudian di proses lebih lanjut. Alat pemisah di sebut TunnerTV, GLOBAL TV, SCTV, TRANS 7, dll).
    3. Sirkuit penembak elektron menggunakan sinyal gambar ini untuk di proses ulang dengan bantuan kamera tv
    4. Bagian ini menembakan tiga elektron (merah, biru dan biru) menuju tabung sinar katoda
    5. Berkas elektron menerobos suatu cincin elektromagnet. Elektron dapat dikendarai oleh magnit sebab mereka mempunyai elektron negatif. Dan berkas elektron ini akan bergerak bolak balik di layar televisi
    6. Berkas cahaya ini akan diarahkan ke layar yang di beri bahan kimia berupa fosfor. Saat berkas elektron ini mengenai fosfor akan menampilkan titik-titik warna merah, biru, dan hijau. Yang tidak kena tetap bewarna hitam. Kombinasi-kombinasi warna inilah yang menghasilkan gambar di televisi
    7. Gelombang suara akan di proses pada bagian ini untuk menghilangkan berbagai ganguan
    8. Sinyal suara yang sudah di saring di keluarkan melalui alat yang di sebut speaker

    Gelombang Televisi
    Gelombang TV adalah gelombang elektromagnetik yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa gelombang TV mengandung informasi tidak hanya suara, tetapi juga informasi dalam bentuk gambar. Oleh karena itu, gelombang TV terdiri atas :

         1.   gelombang “blanking”, yang berfungsi menghapus berkas elektron pada saat “retrace” pada                           proses “scanning” sebuah gambar.
    1. gelombang sinkronisasi vertikal dan horizontal, yang berfungsi mensinkronkan proses scanning dalam arah vertikal dan horizontal.
    2. gelombang AM, yang berfungsi membawa informasi gambar.
    3. gelombang FM, yang berfungsi membawa informasi suara.
    Jadi sinyal suara dikirimkan dalam bentuk modulasi FM, sedangkan gambar dalam bentuk modulasi AM. Oleh karena itu, suara yang dibawa oleh gelombang TV cenderung lebih tahan terhadap gangguan kelistrikan alam, sedangkan gambar lebih mudah terganggu.
    untuk memperoleh penerimaan siaran yang sangat baik, biasanya dibantu oleh satelit buatan yang dapat menangkap dan memancarkan ulang siaran TV tersebut.
    Fluktuasi arus listrik atau tegangan listrik yang sesuai dengan variasi intensitas cahaya biasa disebut sinyal video (video signal).
    Frekuensi dari sinyal video ini berkisar antara 30 Hz sampai 4 MHz, bervariasi sesuai dengan isi gambar. Pulsa-pulsa sinkronisasi adalah getaran-getaran energi listrik yang dibangkitkan oleh osilator pada stasiun pemancar televisi. Pulsa-pulsa ini mengontrol frekuensi scanning horizontal dan scanning vertikal pada kamera di statsion pemancar dan pada pesawat penerima.

    Sejarah Perkembangan Televisi

    Sejarah awal dari perkembangan televisi,tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Farraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.Berikut akan saya jelaskan sejarah-sejarah dari perkembangan televisi dari masa ke masa
         1.    1840, Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 baris.
    1. 1876, George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik.
    2. 1881, Dua tahun kemudian, para insinyur memperkenalkan konsep Teleponskop yang merupakan suatu konsep gabungan antara telepon dan pengiriman gambar bergerak.
    3. 1884, Paul Nipkow, ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis.
    4. 1888, Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD.
    5. 1897, Tabung Sinar Katoda (CTR) pertama diciptakan oleh ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Dan Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
    6. 1900, istilah Televisi pertama kali dikemukakan oleh Constain Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
    7. 1923, Vladimir Kozma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya,kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Dialah yang kemudian sebagai Sang Penemu Televisi (1889-1982).
    8. 1925, Sejarah perkembangan televisi menapaki babak baru ketika John Logie Baird yang berkebangsaan Skotlandia memperlihatkan televisi kepada umum untuk pertama kalinya.
    9. 1927, Philo T. Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi
    10. 1939, Tepatnya tanggal 11 Mei, untuk pertama kalinya, sebuah pemancar televisi dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Dengan demikian, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual.
    11. 1956, Robert Adler kelahiran Amerika Serikat bersama rekannya Eugene Polley, menemukan remote control televisi.
    12. 1967, james Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
    13. 1968, Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin oleh George Heilmeir.
    14. 1981, Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 baris.
    15. 1987, Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
    16. 1995, Larry Weber berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang.
    17. Dekade 2000, Masing-masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma, maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya
    Perkembangan Televisi pun sangat pesat. Teknologi yang digunakan pada televisi saat ini berbeda jauh dengan televisi saat pertama kali ditemukan, meskipun memiliki metode dasar yang sama. Berikut ini adalah perkembangan televisi dari masa ke masa.
          1.   Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, Televisi mengambil alih perhatian lebih                         banyak dibandingkan dengan radio
    1. Di akhir tahun 1950, Sebagian besar orang memiliki Televisi yang kebanyakan masih menggunakan televisi hitam putih meskipun pada saat itu televisi berwarna sudah ada.
    2. Pada tahun 1980-an Televisi kabel (TV Cable) semakin populer dan menyebar dengan cepat.
    3. Pada tahun 1996 sudah ada 1 juta televisi yang tersebar di seluruh dunia.
    4. Sudah banyak pilihan televisi pada tahun 1990-an yang sangat beragam. Televisi yang menggunakan teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk menampilkan gambar di layar adalah televisi yang paling banyak ditemukan.
    5. Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Dengan bentuknya yang ramping membuat televisi ini menjadi sangat populer saat itu.
    6. TV LCD juga ikut berkompetisi pada tahun akhir 1990-an. TV jenis ini memiliki kualitas gambar yang lebih baik dibandingkan dengan TV plasma dan juga lebih hemat energi.
    7. Kemudian TV Plasma tersedia dengan kualitas HD (High Definition). Salah satunya TV Plasma dengan ukuran layar 150 inch
    8. Dan yang paling baru saat ini adalah TV dengan teknologi 3D. TV 3D menjadi sangat populer saat ini karena selain dapat menghasilkan gambar yang sangat jernih TV jenis ini juga dapat menampilkan gambar 3 dimensi sehingga seolah olah gambar yang dihasilkan nyata dan berada tepat didepan penontonnya.
    B. Gelombang TV

               Gelombang TV adalah gelombang elektromagnetik yang sangat kompleks. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa gelombang TV mengandung informasi tidak hanya suara, tetapi juga informasi dalam bentuk gambar. Gelombang televisi lebih tinggi frekuensinya dari gelombang radio FM. Sebagaimana gelombang radio FM, gelombang televisi membawa informasi gambar dan suara. Gelombang ini tidak dipantulkan oleh ionosfer bumi, sehingga diperlukan penghubung dengan satelit atau di permukaan bumi untuk tempat yang sangat jauh.

               Gelombang televisi bekerja sebagai pembawa informasi gambar dan suara Gelombang televisi ini merambat lurus, tidak dapat dipantulkan oleh ionosfer bumi sehingga diperlukan penghubung dengan satelit atau di permukaan bumi untuk tempat yang sangat jauh. Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-abu. Pada pesawat televisi berwarna, semua warna alamiah yang telah dipisah ke dalam warna dasar R (red), G (green), dan B (blue) akan dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan sinyal luminasi. Penyiaran televisi menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara.

               Sinyal suara dipancarkan oleh modulasi frekuensi (FM) pada suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama dengan sinyal gambar. Sinyal gambar termodulasi mirip dengan sistem pemancaran radio yang telah dikenal sebelumnya. Dalam kedua kasus ini, amplitudo sebuah gelombang pembawa frekuensi radio (RF) dibuat bervariasi terhadap tegangan pemodulasi.Modulasi adalah sinyal bidang frekuensi dasar (base band). Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk meminimalisasikan atau menghindari bising (noise) dan interferensi. Sinyal suara FM dalam televisi pada dasarnya sama seperti pada penyiaran radio FM tetapi ayunan frekuensi maksimumnya bukan 75khz melainkan 25 khz.

    Kelompok frekuensi yang di tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya disebut saluran (chenel). Masing-masing mempunyai sebuah saluran 6 mhz dalam salah satu bidang frekuensi (band) yang dialokasikan untuk penyiaran televisi komersial.

    1. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2 sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ.
    2. VHF bidang frekuensi tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ.
    3. UHF saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.


        Gelombang televisi banyak dipakai dalam bidang komunikasi dan siaran. Pada proses penangkapan siaran televisi diperlukan stasiun penghubung (relay) agar penangkapan gambar dan suara lebih baik. Televisi bekerja dengan cara menerima gelombang elektromagnetik dan merubahnya menjadi energi akustik dan cahaya yang bisa kita dengar dan lihat. Layar televisi menampilkan gambar yang berasal dari ribuan titik-titik kecil (pixel) yang ditembak dengan elektron yang berenergi tinggi. Pixel warna (merah, hijau, biru) inilah yang dikombinasikan dan ditampilkan di layar komputer dalam bentuk gambar seperti yang kita lihat.


    Prinsip Kerja Televisi
    • Antena berfungsi untuk menangkap belombang yang dipancarkan oleh stasiun televisi.
    • Sinyal yang datang dialirkan menuju ke colokan antena yang ada pada televisi. Sinyal yang datang membawa gelombang suara dan gambar karena gelombang yang diterima antena tv lebih dari satu macam (contoh gelombang stasiun RCTI, ANTV, GLOBAL TV, SCTV, TRANS 7, dll). Sirkuit di dalam televisi memisahkan gelombang ini (berupa suara dan gambar) sesuai dengan saluran tv yang kamu pilih kemudian diproses lebih lanjut. Alat pemisah disebut Tunner.
    • Sirkuit penembak elektron menggunakan sinyal gambar ini untuk diproses ulang dengan bantuan kamera tv.
    • Bagian ini menembakan tiga elektron (merah, hijau dan biru) menuju tabung sinar katoda.
    • Berkas elektron menerobos suatu cincin elektromagnet. Elektron dapat dikendarai oleh magnit sebab mereka mempunyai elektron negatif. Dan berkas elektron ini akan bergerak bolak-balik di layar televisi.
    • Berkas cahaya ini akan diarahkan ke layar yang diberi bahan kimia berupa fosfor. Saat berkas elektron ini mengenai fosfor akan menampilkan titik-titik warna merah, hijau dan biru. Yang tidak kena tetap berwarna hitam. Kombinasi-kombinasi warna inilah yang menghasilkan gambar di televisi.
    • Gelombang suara akan diproses pada bagian ini untuk menghilangkan berbagai gangguan.
    • Sinyal suara yang sudah disaring dikeluarkan melalui alat yang disebut speaker.


    Pengujian Ultrasonik

    Ultrasonic testing adalah salah satu pengujian NDT (non destructive test) dengan cara memberikan suatu gelombang frekuensi tinggi kedalam material benda uji untuk mengukur sifat geometris dan fisik dari bahan. Pada umumnya frekuensi yang digunakan kisaran 1 MHz sampai dengan 10 MHz.
    Jalannya ultrasound pada material yang berbeda maka akan berbeda juga kecepatan yang akan dihasilkan. Sedangkan gelombang ultrasonic akan selalu merayap melalui material dengan kecepatan tertentu dan tidak kembali kecuali hits reflector. Reflector mendeteksi adanya retakan atau cacat antara dua material yang berbeda.
    Gelombang suara yang berfrekuensi tinggi akan diterima oleh material setelah itu dipantulkan lagi dari permukaan yang terdapat cacat, kemudian energy suara yang dipantulkan ditampilkan terhadap waktu, dan divisualisasikan terhadap specimen. Yang diperoleh dari gelombang suara tersebut ditampilkan pada layar monitor dan terdeteksi terdapat cacat atau bebas cacat pada bahan tersebut.
    prinsip kerja ultrasonic test
    sumber : insinyoer.com

    Prinsip Kerja Ultrasonic Testing

    Ultrasonic testing mempunyai prinsip kerja yaitu dimana gelombang ultrasonic ini disorotkan ke permukaan bidang yang sedang di uji dengan garis lurus pada kecepatan konstan,  kemudian gelombang tersebut dipantulkan lagi dari permukaan atau cacat benda uji tersebut. Yang diperoleh gelombang suara tersebut akan ditampilkan pada layar monitor berupa tampilan pulsa untuk mendeteksi tebal serta cacat atau tidaknya benda uji tersebut.
    Secara umum tampilan pulsa pada layar monitor terdiri dari 4 bagian yaitu :
    1. Initial Pulse
    2. Backwall Pulse
    3. Defect Pulse
    4. Noise Pulse
    Sedangkan untuk membedakan tampilan pulsa2 pada layar monitor dapat dijelaskan secara sederhananya sebagai berikut :
    • Initial Pulse merupakan signal pulsa yang pasti akan muncul pada saat awal tampilan pengukuran yang terbaca dilayar monitor.
    • Defect Pulse merupakan signal pulsa yang akan muncul sebagai indikasi adanya cacat pada material yang uji.
    • Backwall Pulse adalah signal pulsa yang menyatakan ketebalan bahan yang akan uji.
    • Noise Pulse adalah kumpulan pulsa-pulsa noise yang muncul pada bahan yang akan uji.
    Bagi orang yang baru pertama kali mengoperasikan alat ultrasonic testing mungkin masih rancu atau bingung untuk membedakan backwall pulse, noise pulse dan defect pulse. Maka dari itu kita bisa membedakannya dengan cara melihat karakter signal yang akan muncul pada tampilan layar monitor.
    Cara untuk mengetahui apakah itu backwal pulse kita bisa menambah panjang Range pada set up  alat ultrasonic testing. jika Pulsa selalu muncul setiap kelipatan angka pada layar ultasonic testing secara teratur misalnya pada jarak 6,12,18,24 dan seterusnya.. berarti pulsa tersebut masuk kategori backwall pulse.
    Sedangkan untuk membedakan defect pulse dan noise pulse kita bisa mengatur nilai Reject pada alat ultrasonic testing tersebut, jika kita menaikkan nilai Reject pada alat ultrasonic testing kemudian signal yang muncul pada layar monitor menghilang, berarti signal tersebut adalah noise pulse, namun jika tampilan signal tetap muncul pada layar monitor berarti signal tersebut adalah defect pulse.

    Keunggulan Ultrasonic Testing

    ultrasonic test
    sumber : aqm.it
    Setiap alat yang diciptakan pasti mempunyai tujuan tertentu dan pasti juga mempunyai keunggulan yang dapat diandalkan untuk melakukan tugas diciptakannya alat tersebut. Seperti keunggulan dari metode ultrasonic testing ini yaitu :
    • Bisa mendeteksi kedalaman cacat, posisi dan dimensi cacat
    • Dapat mendeteksi cacat-cacat laminasi yang tidak mampu dideteksi oleh Radiograpy test, Magnetic test maupun Penetran test

    Sonifikasi

    Sonifikasi adalah prosespemberian energi gelombang ultrasonik pada suatu bahan (larutan atau campuran), sehingga bahan tersebut dapat dipecah menjadi bagian yang sangat kecil.


    Di laboratoriumm, sonifikasi dilakukan dengan bantuan alat yang disebut sonikator. Pada alat pembuatan kertas, juga terdapat alat yang memancarkan gelombang ultrasonik pada serat selulosa, sehingga tersebar lebih merata dan menjadikan kertas lebih kuat.

    Sonifikasi dapat digunakan untuk produksi nanopartikel seperti nanoemulsi dan nanokristal. Sonifikasi juga dapat mempercepat ekstaksi (pengambilan) minyak dari dalam jaringan tumbuhan dan pemurnian minyak bumi.

    Sumber  :
    http://ruanasagita.blogspot.co.id/2018/02/apa-itu-sonifikasi.html

    Pembersih Ultrasonik

    Pengertian Ultrasonic Cleaner ( Pembersih Ultrasonik )

    Ultrasonic Cleaning atau ultrasonic cleaner adalah alat pembersih yang menggunakan gelombang ultrasonik (biasanya 20 -400Khz)  dan cairan pembersih khusus (minimal aquadest ) digunakan untuk membersihkan bagian alat atau glassware .
    Gelombang Ultrasonik dapat digunakan dengan hanya menggunakan air biasa, tapi penambahan solvent khusus akan membantu membuat dampak lebih baik.
    Proses pembersihan biasanya berlangsung 3 sampai 6 menit.
    Dalam perkembangannya alat ini juga sekarang digunakan untuk melarutkan sample.
    Alat ini cocok juga digunakan untuk membersihkan : Kacamata, perhiasan, peralatan kedokteran gigi, printer head, sisir, peralatan tatto, gigi palsu, arloji, dan lain sebagainya.

    Karakteristik Proses Ultrasonic Cleaner

    Pembersihan Ultrasonik menggunakan proses gelembung kavitasi yang diinduksi oleh tekanan frekwensi tinggi ( suara ) yang mengagitasi cairan.
    Proses Agitasi menghasilkan tekanan besar pada bahan bahan yang melekat pada sampel seperti logam, plastik, gelas, karet atauu keramik. Tekanan ini juga masuk ke lubang lubang atau bagian terdalam dari sample.
    Tujuan utama adalah memindahkan atau membersihkan segala kontaminasi pada sample padat.
    Air atau cairan pembersih lainnya dapat digunakan tergantung dari jenis kontaminan dan bahan yang akan disonifikasi. Kontaminan dapat berupa debu, minyak, pigmen, karat, lemak, ganggang, jamur, bakteri, pengapuran , senyawa polishing, flux agent, sidik jari, jelaga lilin, residu khamir, cairan biologi seperti darah dan lain lain.
    Pembersihan Ultrasonic dapat digunakan untuk berbagai ukuran, jenis dan material alat bantu kerja. Dan tidak perlu memisahkan bagian bagian pada saat pembersihan.
    Sample tidak boleh diletakkan dibagian bawah alat selama proses pembersiahan, karena akan mencegah proses cavitasi pada sampel yang tidak terkena dengan air. Karena itu dibutuhkan rak atau keranjang untuk menahan object diatas bagian bawah.

    Frekuensi Ultrasonic Cleaner

    Saat ini kita bisa mendapat sistem ultrasonik dengan frekwensi antara 20 sampai 950 KHz, yang dapat dipilih berdasarkan pekerjaan yang akan digunakan, jenis kontaminan yang akan dibersihkan dan tingkat kebersihan yang akan dicapai.
    Kenyataannya, kebanyakan sistem saat ini mempunyai lebih dari satu frequensi ultrasonik. Alat tersebut mungkin akan menggunakan 40/70/170 untuk pembersihan secara bertahap
    Frekwensi umum yang bisa digunakan adalah 20-40 untuk pembersihan berat pada peralatan seperti mesin blok logam berat, tanah yang sangat berminyak .
    frekwensi 4- -70 kHz digunakan untuk pembersihan umum dari bagian optik mesin , sangat baik untuk membersihkan partikel kecil.
    Frekwensi 70-200 kHz digunakan untuk pembersihan ringan secara ultra dari optik, semikonduktor, disk drive dl

    Terapi Ultrasonik

    Terapi ultrasound merupakan jenis thermotherapy (terapi panas) yang dapat mengurangi nyeri akut maupun kronis. Terapi ini menggunakan arus listrik yang dialirkan lewat transducer yang mengandung kristal kuarsa yang dapat mengembang dan kontraksi serta memproduksi gelombang suara yang dapat ditransmisikan pada kulit serta ke dalam tubuh.
    Peralatan yang dipergunakan pada terapi ultasound adalah generator penghasil frekuensi gelombang yang tinggi, dan transducer yang terletak pada aplikator. Transducer terbuat dari kristal sintetik seperti barium titanate atau sirkon timbal titanat yang memiliki potensi piezeloelectric yakni potensi untuk memproduksi arus listrik bila dilakukan penekanan pada kristal.
    Terapi ultrasound biasanya dilakukan pada rentang frekuensi 0.8 sampai dengan 3 megahertz (800 sampai dengan 3,000 kilohertz). Frekuensi yang lebih rendah dapat menimbulkan penetrasi yang lebih dalam (sampai dengan 5 sentimeter). Frekuensi yang umumnya dipakai adalah 1000 kilohertz yang memiliki sasaran pemanasan pada kedalaman 3 sampai 5 cm dibawah kulit. Pada frekuensi yang lebih tinggi misalkan 3000 kilohertz energi diserap pada kedalaman yang lebih dangkal yakni sekitar 1 sampai 2 cm.
    Gelombang suara dapat mengakibatkan molekul molekul pada jaringan bergetar sehingga menimbulkan energi mekanis dan panas. Keadaan ini menimbulkan panas pada lapisan dalam tubuh seperti otot, tendo, ligamen, persendian dan tulang. Penetrasi energi ultrasound bergantung pada jenis dan ketebalan jaringan. Jaringan dengan kadar air yang tinggi menerap lebih banyak energi sehingga suhu yang terjadi lebih tinggi. Pada jaringan lokasi yang paling berpotensi untuk terjadi peningkatan suhu yang paling tinggi adalah antara tulang dan jaringan lunak yang melekat padanya.
    Terdapat dua pendekatan pada pelaksanaan terapi ultrasound yakni gelombang kontinyu dan gelombang intermittent (pulsed). Pada kasus dimana tidak diinginkan terjadinya panas seperti pada peradangan akut, gelombang intermiten lebih dipilih. Gelombang kontinyu lebih menimbulkan efek mekanis seperti meningkatkan permeabilitas membran sel dan dapat memperbaiki kerusakan jaringan.
    Terapi ultrasound berbeda dengan diagnostic ultrasound yang menggunakan gelombang suara intensitas rendah yang digunakan untuk menghasilkan gambar struktur internal tubuh. Terapi ultrasound dengan intensitas tinggi yang terfokus dapat digunakan untuk menghancurkan jaringan yang tidak diinginkan seperti batu ginjal, batu empedu, hyperplasia prostat dan beberapa jenis tumor fibroid.

    Efek Fisiologis Ultrasound Therapy


    Efek thermal terapi ultrasound ditemukan sangat bermanfaat dalam terapi gangguan musculoskeletal, menghancurkan jaringan parut dan membantu mengulur tendon. Penggunaan ultrasound dalam terapi panas dapat dikombinasikan dengan stimulasi elektrik pada otot. Kombinasi ini dapat meningkatkan kemampuan pembersihan sisa metabolisme, mengurangi spasme otot serta perlengketan jaringan. Ultrasound terapetik juga memiliki efek anti peradangan yang dapat mengurangi nyeri dan kekakuan sendi. Terapi ini dapat digunakan untuk memperbaiki impingement (jepitan) akar syaraf dan beberapa jenis neuritis (peradanagn saraf) dan juga bermanfaat untuk penyembuhan paska cedera.
    Selain efek thermal, terapi ultrasound juga menghasilkan efek non thermal berupa kavitasi dan microstreaming. Kavitasi merupakan proses dimana terdapat bentukan gelembung udara yang dapat membesar dalam jaringan sehingga dapat meningkatkan aliran plasma dalam jaringan.
    Microstreaming merupakan desakan gelombang suara pada membran sel yang dapat meningkatkan kerja pompa sodium sel yang dapat mempercepat proses penyembuhan.
    image
    Gambar Cara Kerja Terapi UltraSound

    Indikasi Ultrasound Therapy


    Pada dasarnya terapi ultrasound dapat digunakan pada keadaan akut sampai dengan kronis. Pada keadaan akut diperlukan terapi dengan frekuensi yang sering dan durasi yang singkat, sedangkan pada keadaan kronis diperluakan terapi dengan frekuensi yang lebih jarang akan tetapi dengan durasi terapi yang lebih lama.
    Penggunaan ultrasound terapi pada jam jam awal setelah cedera atau dalam waktu 48 jam setelah cedera meningkatkan kecepatan penyembuhan cedera. Kondisi akut cedera pada umumnya memerlukan terapi satu sampai dua kali sehari selama 6 sampai 8 hari sampai nyeri dan pembengkakan berkurang. Pada kondisi cedera kronis terapi dapat dilakukan dua hari sekali selama 10 sampai 12 kali.
    Secara khusus, terapi ultrasound dapat dipergunakan pada keadaan keadaan berikut :
    1. Spasme otot yang merupakan keadaan ketegangan dan kontraksi otot yang berlangsung terus menerus sehingga timbul rasa nyeri. Kontraktur otot yang diakibatkan oleh keteganagan otot dapat diatasi dengan ultrasound karena ultrasound memiliki efek meningkatkan kelenturan jaringan sehingga meningkatkan jangkauan gerak.
    2. Kompresi akar saraf dan beberapa jenis neuritis (radang saraf) karena peningkatan aliran darah dari jaringan yang dipanaskan dengan terapi ultrasound dapat mempercepat penyembuhan jaringan.
    3. Tendinitis (peradangan tendon)
    4. Bursitis (peradangan bursa yang merupakan kantong berisi vcairan yang berada diantara tendon dan tulang.
    5. Herniasi diskus yang merupakan keadaan bocornya cairan diskus intervertebral sehingga dapat menjepit saraf spinal. Pada keadaan ini, terapi ultrasound ditujukan pada spasme otot yang dipersarafi.
    6. Sprain yang merupakan laserasi pada ligamen sendi.
    7. Kontusi yang merupakan cedera pada jaringan dibawah kulit tanpa adanya perlukaan kulit.
    8. Whiplash yang merupakan cedera pada leher akibat gerakan yang mendadak.
    9. Cedera rotator cuff yang merupakan cedera pada otot dan tendon yang menghubungkan ihumerus dengan scapula. Tendon pada rotator cuff biasanya kuat akan tetapi dapat mengalami robekan dan peradangan akibat penggunaan yang berlebihan, proses penuaan ataupun trauma mekanis akibat benturan.
    10. Frozen shoulder (bahu beku) dengan gejala nyeri bahu dan kekakuan yang diakibatkan oleh cedera atau arthritis. Pada keadaan ini, terapi ultrasound dapat mengurangi kekakuan dan meningkatkan jangkauan gerak sendi.
    11. Arthritis yang merupakan peradangan sendi. Beberapa jenis arthritis yang dapat diperbaiki dengan terapi ultrasound adalah :
      • Osteoarthritis yang merupakan gangguan pengikisan kartilago persendian yang terjadi secara progresif.
      • Rheumatoid arthritis yang merupakan gangguan peradangan jangka panjang yang terutama mengenai persendian dan jaringan sekitar.
      • Juvenile rheumatoid arthritis merupakan jenis arthritis pada anak yang menyebabkan kerusakan, kekakuan dan perubahan pada persendian.
      • Ankylosing spondylitis yang merupakan peradangan sendi pada tulang belakang dan antara tulang belakang dan panggul. Apabila berlanjut tulang dapat mengalami penyatuan.
      • Gout yang merupakan jenis peradangan yang disebabkan oleh penumpukan asam urat dalam tubuh.
      • Psoriatic arthritis yang merupakan jenis arthritis yang disertai dengan rash pada kulit.
      • Reiter’s syndrome yang merupakan arthritis yang disertai peradangan urethra dan mata.
    12. Myofascial pain syndrome yang merupakan gangguan yang dicirikan dengan nyeri dan kekakuan akibat ketegangan otot.
    13. Fibromyalgia merupakan keadaan yang dicirikan dengan nyeri otot yang luas, kelelahan serta gangguan tidur.
    14. Systemic lupus erythematosus yang merupakan gangguan autoimun yang mempengaruhi persendian, kulit dan area lain dalam tubuh.
    15. Gangguan persendian temporomandibular dengan gejala nyeri pada persendian temporo-mandibular, sakit kepala, sakit telinga, timbul suara pada pergerakan rahang, nyeri leher, nyeri punggung dan nyeri bahu.
    16. Complex regional pain syndrome yang merupakan gangguan dimana terjadi nyeri terus menerus pada tungkai yang disebabkan oleh system saraf simpatis yang overaktif yang biasa terjadi setelah cedera.
    17. Carpal tunnel syndrome dengan gejala nyeri atau kebas yang disebabkan adanya tekanan pada saraf pada pergelangan tangan.
    18. Penyembuhan luka untuk meningkatkan aliran darah sehingaga mempercepat penyembuhan luka tersebut.

    Pelaksanaan Ultrasound Therapy


    Sebelum diadakan terapi dilakukan penilaian awal tentang perjalanan penyakit, riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik. Penderita diminta untuk menggambarkan secara detil rasa nyeri yang dialami. Pada beberapa kasus terapi ultrasound dilakukan setelah dilakukan terapi dengan mempergunakan modalitas lain seperti bantal pemanas, bantal pendingin atau terapi listrik.
    Berdasarkan pada area yang terkena, penderita diminta untuk duduk atau berbaring selama dilakukan terapi dengan ultrasound. Penderita diminta untuk melepas perhiasan. Apabila dipandang perlu, penderita dapat diminta untuk menggunakan jubah sehingga area terapi lebih mudah diakses. Beberapa teknik yang dapat dilaksanakan pada terapi dengan ultrasound antara lain meliputi :
    a. Kontak langsung dengan kulit
    Ahli fisioterapi kemudian membersihkan area yang akan diterapi. Area tersebut kemudian diberi gel sehingga terbentuk konduksi yang sempurna antara alat terapi (transducer) dan kulit.
    b. Penggunakan dalam air
    Pada lokasi tubuh yang tidak memiliki banyak lekuk seperti pinggang, siku, lutut dan sebagainya, terapi ultrasiund dapat dilakukan dibawah air. Bagian yang cedera direndam dalam air kemudian transducer diletakkan kurang lebih 1 cm dari bagian yang akan diterapi. Pada keadaan ini air merupakan konduktor yang rapat sehinga dapat meningkatkan aliran energi. Supaya aliran energi berjalan lancar, gelembung yang terbentuk apda kulit harus segera dibersihkan. Pada pelaksanaan terapi ini tranducer dapat digerakkan dengan arah sirkuler maupun longitudinal. Pelaksananaan terapi ini harus menggunakan tempat yang terbuat dari plastik atau karet dan menghindari tempat yang terbuat dari logam mengingat logam cenderung memantulkan gelombang.
    c. Penggunaan dengan medium balon beisi air (bladder technique)
    Selain menggunakan medium air, pada kasus tertentu juga dapat menggunakan medium antara berupa balon yang diisi air (bladder technique).
    d. Kombinasi dengan obat farmakologis (phonophoresis)
    Kadang dilakukan teknik phonophoresis, dimana terapi ultrasound dilakukan untuk meningkatkan absorbsi obat topical kulit misalkan kortikosteroid, analgesik atau
    anesthetic. Jenis kortikosteroid yang berfungsi sebagai anti radang yang sering dipakai adalah hidrokortison 10%, sedangkan jenis anestetik yang sering dipakai adalah lidokain.

    Dosis dan Durasi Ultrasound Therapy


    Frekuensi, intensitas dan durasi tergantung pada keadaan individual. Ahli terapi akan meletakkan transducer pada area yang mengalami gangguan dan kemudian melakukan gerakan memutar. Transducer harus digerakkan secara terus menerus untuk menghindari luka bakar. Transducer tidak boleh diletakkan pada mata, tengkorak, tulang belakang, jantung, organ reproduktif dan area dimana terdapat implant.Terapi dapat dilakukan deegan menggunakan dua cara yakni kontinyu dan intermitten.
    Pada metode kontinyu, gelombang ultrasound dibuat tetap sedangkan pada metode intermitten, gelombang ultrasound terputus putus. Dengan metode intermitten resiko luka bakar dapat diminimalkan. Selama terapi penderita seharusnya merasakan rasa hangat atau tidak merasakan sensasi apapun. Apabila ada rasa tidak nyaman, terapi harus dihentikan. Biasanya waktu terapi yang dibutuhkan berkisar 5 sampai dengan 10 menit.
    Setelah itu penderita dapat beraktivitas seperti semula. Sebagian besar gejala memerlukan terapi selama beberapa episode tergantung evaluasi klinis dari terapis. Kemajuan terapi dapat dinilai dengan menggunakan skala nyeri atau goniometer, yang merupakan alat untuk mengukur jangkauan gerak sendi.

    Resiko Ultrasound Therapy

    Terapi ultrasound berbahaya apabila dilakukan di sekitar area perut wanita hamil. Terapi ini juga memiliki efek negatif pada area yang mengalami keganasan atau area pertumbuhan tulang. Terapi ini juga tidak direkomendasikan pada penderita dengan gangguan persepsi nyeri dan panas misalkan pada penderita diabetes dengan neuropathy.
    Terapi ultrasound pada dasarnya aman untuk sebagian besar orang. Walaupun demikian apabila dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman dapat menimbulkan luka bakar atau kerusakan jaringan dalam.
    Terapi ini tidak direkomendasikan pada :
    • Kepala, mata, jantung dan organ reproduksi.
    • Perut wanita hamil
    • Luka yang mengalami infeksi.
    • Di dekat tumor
    • Di dekat area pertumbuhan tulang misalkan pada epifisis
    • Di dekat sumsum tulang belakang yang terekspose misal paska laminectomy
    • Di dekat alat pacu jantung dan alat implant lainnya
    • Penderita gangguan sensasi saraf misal pada diabetic neuropathy
    Sumber :
    dr. Novita Intan Arovah, MPH., Dasar-dasar Fisioterapi pada Cedera Olahraga

    Sonar Dalam Teknologi

    Sonar


    Jump to navigationJump to search
    Sonar (Singkatan dari bahasa Inggrissound navigation and ranging), merupakan istilah Amerika yang pertama kali digunakan semasa Perang Dunia, yang berarti penjarakan dan navigasi suara, adalah sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam air untuk navigasi atau mendeteksi kendaraan air lainnya. Sementara itu, Inggris punya sebutan lain untuk sonar, yakni ASDIC (Anti-Submarine Detection Investigation Committee).

    Cara Kerja

    AN-PQS 2A hand held sonar
    Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi objek di bawah laut atau untuk mengukur jarak bawah laut. Sejauh ini sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau, mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan komunikasi di laut.
    Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suara bawah permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang ke operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.

    Sejarah

    Munculnya sonar tak bisa dilepas dari rintisan tokoh seperti Daniel Colloden yang pada tahun 1822 menggunakan lonceng bawah air untuk menghitung kecepatan suara di bawah air di Danau GenevaSwiss. Ini kemudian diikuti oleh Lewis Nixon, yang pada tahun 1906 menemukan alat pendengar bertipe sonar pertama untuk mendeteksi puncak gunung es. Minat terhadap sonar makin tinggi pada era Perang Dunia I, yaitu ketika ada kebutuhan untuk bisa mendeteksi kapal selam.
    Dalam perkembangan selanjutnya ada nama Paul Langevin yang tahun 1915 menemukan alat sonar pertama untuk mendeteksi kapal selam dengan menggunakan sifat-sifat piezoelektrik kuartz. Meski tak sempat terlibat lebih jauh dalam upaya perang, karya Langevin berpengaruh besar dalam desain sonar.

    Jenis Sonar

    Sonar pasif

    Sonar pasif sebenarnya lebih mengarah ke sistem hidroakustik yang ada pada kapal, sehingga tidak ada sinyal yang dikirim keluar. Artinya suara-suara di bawah laut ditangkap oleh alat sensitif dan didengarkan oleh operator di dalam kapal. Operator yang berpengalaman dapat membedakan suara baling-baling kapal dari kapal selam, kapal perusak, maupun kapal kargo.
    Akan tetapi sonar jenis ini artinya semua suara di bawah laut dapat terdengar yang artinya operator yang tidak kompeten akan mengira suara baling-balingnya sendiri sebagai suatu ancaman.
    Pada sistem sonar pasif modern, ada bank data sonik (sumber bunyi) yang besar. Sistem komputer menggunakan bank data tadi untuk mengenali kelas kapal, juga aksinya (kecepatan atau senjata yang ditembakkan).

    Sonar aktif

    Pada tahun 1918 Inggris dan Amerika Serikat membuat sistem aktif, dimana sinyal dikirim dan diterima kembali dan bernama Sonar Aktif atau yang dikenal juga dengan ASDIC (Anti Submarine Division / Allied Submarine Detection Investigation Committee). Sonar ini merupakan perangkat yang menembakkan suara untuk mendeteksi keberadaan suatu objek bawah air. Sonar jenis ini mengeluarkan bunyi "ping" dan semakin dekat dengan target maka bunyi nya akan semakin intensif. Sonar aktif juga dapat digunakan untuk mengukur kedalaman perairan dibawah lunas kapal. Untuk mengukur kedalaman digunakan sonar dengan frekuensi kecil agar dapat mengukur jarak yang jauh.
    ASDIC sendiri memiliki beragam frekuensi suara. Semakin besar frekuensi maka akan semakin pendek jarak yang ditempuh akan tetapi semakin bagus resolusinya. Karena perbedaan frekuensi ini maka ada beberapa material yang bisa menyerap sebagian suara dari frekuensi tertentu. Material ini dapat digunakan untuk pelapis kapal selam agar tidak mudah terdeteksi ASDIC (mislakan logam akan memantulkan frekuensi 10 kHz sedangkan material A tidak, maka material A dapat dijadikan pelapis lambung kapal selam)
    Bagi kapal selam modern, mengaktifkan perangkat ASDIC sama saja bunuh diri karena bunyi "ping" dapat terdengar jelas bahkan tanpa perangkat hidrofon sekalipun.

    Ultrasonografi (USG) Dalam Teknologi

    Ultrasonografi (USG)

    Ultrasonografi merupakan salah satu teknologi kesehatan yang bermanfaat untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. Ultrasonografi atau disingkat USG adalah suatu kaidah pemeriksaan tubuh menggunakan gelombang bunyi pada frekuensi tinggi. Teknologi USG tidak asing bagi kaum ibu karena mereka biasanya menggunakannya pada masa kehamilan untuk memonitor keadaan janin dalam kandungan. USG ini adalah salah satu aplikasi teknologi radar dan telah ada sejak puluhan tahun lalu. Lebih jauh kea rah medis, USG medis (sonografi) dapat diartikan sebagai sebuah teknik diagnostik pencitraan menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal dan otot, struktur, dan luka patologi, sehingga teknik ini berguna untuk memeriksa organ. Namun biasanya sonografi obstetrik digunakan ketika masa kehamilan.
    Prisip USG adalah penggunaan gelombang ultrasonik, yaitu gelombang suara dengan frekuensi lebih tinggi daripada kemampuan pendengaran telinga manusia, sehingga kita tidak bisa mendengarnya sama sekali. Suara yang dapat didengar manusia mempunyai frekuensi antara 20 – 20.000 cpd (Cycles per detik- Hertz). Sedangkan dalam pemeriksaan USG ini mengunakan frekuensi 1- 10 MHz ( 1- 10 juta Hz).
    Perangkat USG terdiri dari transducer, monitor, dan mesin USGTransduceradalah komponen USG yang ditempelkan  pada bagian tubuh yang akan diperiksa, seperti dinding perut atau dinding poros usus besar pada pemeriksaan prostat. Di dalam transducerterdapat kristal yang digunakan untuk menangkap pantulan gelombang yang disalurkan oleh transducer. Monitor merupakan perangkat yang digunakan untuk menampilkan display hasil USG dan mengetahui arah dan gerakan jarum menuju sasaran. Mesin USG merupakan bagian dari USG dimana fungsinya untuk mengolah data yang diterima dalam bentuk gelombang. Mesin USG merupakan CPU dalam teknologi USG sehingga di dalamnya terdapat komponen-komponen yang sama seperti pada CPU pada PC termasuk untuk mengubah gelombang hasil USG menjadi gambar.
    Dalam pemeriksaan kandungan dengan USG, ada dua metode yang lazim ditempuh. Pertama, metode transabdominal. Metode ini paling dikenal karena ditemukan lebih dahulu. Dokter akan mengoleskan semacam jelly di perut lalu menggerakkan transducer untuk memperoleh gambaran yang dikehendaki. Secara sederhana, jelly berfungsi mempertinggi kemampuan mesin USG untuk mengantarkan gelombang suara. Metode kedua adalah transvaginal. Pada metode ini, transducer dimasukkan ke vagina. Dengan cara ini, gambar yang dihasilkan lebih jelas karena resolusi yang lebih tinggi. Maklum, obyek yang diperiksa berada lebih dekat dengan transducerketimbang pada metode transabdominal. Sebagai catatan, metode transvaginal dijamin tidak berefek negatif apa pun untuk wanita hamil dan janin yang dikandungnya. Prosedur pemeriksaan dengan metode ini memakan waktu sekitar 15 menit. Selama pemeriksaan, pasien dapat menyaksikan gambar-gambar bayinya melalui monitor.
    Pemeriksaan USG tidak ada kontra indikasinya, karena pemeriksaan ini sama sekali tidak akan memperburuk penyakit penderita. USG juga tidak berbahaya bagi janin karena USG tidak mengeluarkan radiasi gelombang suara yang bisa berpengaruh buruk pada otak si jabang bayi. Hal ini berbeda dengan penggunaan sinar rontgen. USGbaru berakibat negatif jika telah dilakukan sebanyak 400 kali. Dampak yang timbul dari penggunaan USG hanya efek panas yang tak berbahaya bagi ibu maupun bayinya. Dalam 20 tahun terakhir ini, diagnostik ultrasonik berkembang dengan pesatnya, sehingga saat ini USG mempunyai peranan penting untuk menentukan kelainan berbagai organ tubuh. Jadi, jelas bahwa dalam penggunaan USG untuk menegakkan diagnosa medis tidak memiliki kontra indikasi atau efek samping terhadap pasien.
    Ada beberapa prosedur yang perlu diperhatikan dalam penggunaan USG, yaitu lebih kepada persiapan pasien, walaupun sebenarnya tidak diperlukan persiapan khusus. Walaupun demikian pada penderita obstivasi, sebaiknya semalam sebelumnya diberikan laksansia. Untuk pemeriksaan alat- alat rongga di perut bagian atas, sebaiknya dilakukan dalam keadaan puasa dan pagi hari dilarang makan dan minum yang dapat menimbulkan gas dalam perut karena akan mengaburkan gambar organ yang diperiksa. Untuk pemeriksaan kandung empedu dianjurkan puasa sekurang-kurangnya 6 jam sebelum pemeriksaan, agar diperoleh dilatasi pasif yang maksimal. Untuk pemeriksaan kebidanan dan daerah pelvis, buli-buli harus penuh. Pasien akan diminta untuk menurunkan  celana/rok hingga pangkal paha. Setelah itu gel dingin, sebagai konduktor gelombang  suara akan dioleskan di atas perut pasien. Sonografer akan menggunakan suatu alat untuk menghasilkan gelombang suara ke dalam rahim. Alat tersebut digerakan perlahan di atas perut pasien. Gelombang suara dipantulkan oleh tulang dan jaringan tubuh kembali ke alat pemindai sebagai sinyal listrik untuk mengghasilkan citra berwarna hitam dan putih dari si janin. Biasaanya pada kehamilan trimester 1, dianjurkan agar pasien tidak buang air kecil dulu atau banyak minum agar dapat melihat rahim dan janin dengan lebih baik.
    Setelah dilakukan proses USG, akan diperoleh hasil berupa print out USG. Pada hasil USG, selain gambar janin, terdapat tabel-tabel atau angka-angka yang diukur dari pengukuran dokter terhadap tungkai lengan, kaki, dan diameter kepala. Itu semua bisa menghasilkan rumus yang menunjukkan berat janin. Namun hanya dokter yang bisa membacanya. Adapun istilah umum yang biasa diketahui, yaitu :
    1. LMP (last menstrual period):  hari pertama haid terakhir.
    2. EDD (LMP): taksiran persalinan berdasarkan tanggalan menstruasi.
    3. GA (Gestational Age). Ini menunjukkan perkiraan umur kehamilan, berdasarkan panjang tungkai lengan, tungkai kaki ataupun diameter kepala. Jika salah satu dari GA di foto USG menunjukkan besaran yang tidak normal, dokter langsung bisa mendeteksinya sebagai kelainan. Terutama GA di bagian kepala
    Dalam print out hasil USG juga terdapat kolom Fetal Biometry, dari kolom ini dapat dibaca informasi-informasi sebagai berikut :
    1. BPDBiparietal diameter. Ini adalah ukuran tulang pelipis kiri dan kanan. Biasa digunakan untuk mengukur janin di trimester dua atau tiga.
    2. HCHead Circumferencial atau lingkaran kepala
    3. AC: Abdominal Circumferencial. Ukuran lingkaran perut bayi. Jika dikombinasikan dengan BPD akan menghasilkan perkiraan berat bayi.
    4. FLFemur Length. Merupakan ukuran panjang tulang paha bayi.
    5. FWFetal weight atau berat janin
    Biasanya, yang diperiksa saat USG adalah mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kehamilan, yaitu :
    1. Konfirmasi kehamilan. Embrio dalam kantung kehamilan dapat dilihat pada awal kehamilan 5 ½ minggu, kemudian detak jantung janin biasanya diketahui dalam usia tujuh minggu.
    2. Mengetahui usia kehamilan
    3. Menilai pertumbuhan dan perkembangan bayi dalam kandungan.
    4. Masalah dengan plasenta. USG bisa menilai dan mengetahui kondisi plasenta, apakah ada masalah misalnya seperti plasenta previa.
    5. Kehamilan kembar. Dengan pemeriksaan USG bisa mengetahui apakah ada satu atau lebih fetus di rahim.
    6. Mengukur cairan ketuban. Jumlah cairan ketuban dapat dinilai dengan USG, sehingga jika terjadi masalah ketika kandungan kelebihan cairan ketuban atau terlalu sedikit.
    7. Kelainan letak janin. Tidak saja kelainan janin dalam rahim, tetapi bisa juga mengetahui kelainan yang bisa diketahui dengan USG, seperti ; hydrocefalus, kelainan jantungdown syndrome.
    8. Mengetahui jenis kelamin bayi.
    Penggunaan USG tidak hanya untuk masalah kandungan dan kebidanan, tapi juga dapat memberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan kesehatan, yaitu dapat dengan mudah dan murah mendeteksi sesuatu. Diantaranya adalah : USG mampu menemukan dan menentukan letak massa dalam rongga perut dan pelvis, dapat membedakan kista dengan massa yang  solid, dapat mempelajari pergerakan organ ( jantung, aorta, vena kafa), maupun pergerakan janin dan jantungnya. USG dapat digunakan untuk pengukuran dan penetuan volum, pengukuran aneurisma arterial, fetalsefalometri, menentukan kedalaman dan letak suatu massa untuk bioksi. USG juga dapat menentukan volum massa ataupun organ tubuh tertentu (misalnya buli-buli, ginjal, kandung empedu, ovarium, uterus, dan lain-lain). Dari hasil diagnosis seperti ini, dapat ditentukan bagaimana tindakan medis selanjuntnya, contohnya adalah menentukan perencanaan dalam suatu radioterapi. Berdasarkan besar tumor dan posisinya, dosis radioterapi dapat dihitung dengan cepat.