Penyakit Albuminuria juga mempunya nama ilmiah lainnya yaitu proteinuria yang berasal dari kata protein. Nah baru kalau sudah mendengar nama protein kita pasti bisa menduga-duga seperti apa penyakit ini. Albuminuria berasal dari kata Albimun, Albimun sendiri adalah protein yang terdapat pada darah sementara protein merupakan senyawa kompleks yang terdapat di bagian seluruh tubuh seseorang.
Penyakit Albuminuria
Tugas dari Albumin ini adalah untuk menjaga agar tidak terjadi pembekuan darah di dalam tubuh serta membantu cairan di dalam tubuh manusia bisa tetap seimbang. Lantas bagaimana Penyakit Albuminuria ini bisa terjadi?
Ketika ginjal melakukan penyaringan terhadap racun-racun dan zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh yang kemudian akan dibuang melalui kotoran dan urin, yang tersisa hanyalah zat Albumin dan protein. Sementara ketika ginjal seseorang tidak bisa bekerja dengan baik atau dalam keadaan rusak, maka hal itu juga akan mengganggu proses prnyaringan racun, dampaknya akan berakibat pada protein yang akan ikut terbuang bersama racun tersebut melalui urin, hingga akhirnya penderita Penyakit Albuminuria ini nanti bisa kekurangan protein dalam jumlah yang besar.
Anda pasti bisa membayangkan bagaimana jika ginjal itu nanti rusak, lantas tidak ada tindakan untuk menanggulanginya, maka resiko yang akan pasti dihadapi adalah gagal ginjal. Anda juga pasti sudah tahu bagaimana jika seseorang itu mengalami gagal ginjal, kematian adalah resiko yang paling dekat.
Untuk itu, sebelum situasi semakin parah ada baiknya kita perlu untuk mengenali beberapa gejala Penyakit Albuminuria pada seseorang. Secara umum, gejala yang paling mudah untuk mengenalinya adalah terjadinya pembengkakan di beberapa bagian tubuh. Bagian-bagian tubuh yang mengalami pemebengkakan diantaranya adalah sebagai berikut:
Wajah
Pergelangan tangan
Pergelangan kaki
Perut semakin bengkak (buncit)
Sementara itu yang menyebabkan terjadinya Penyakit Albuminuria yang paling sering adalah karena dua faktor yaitu tekanan darah tinggi dan Diabetes (kencing manis). Jadi anda sebaiknya harus berhati-hati jika mengalami dua gangguan kesehatan itu, jika memang sudah terjadi segeralah diobati jika tidak ingin menjadi lebih parah lagi.
Selain dua faktor diatas, ternyata Penyakit Albuminuria juga bisa disebabkan karena beberapa gangguan kesehatan tubuh lainnya seperti misalnya daya tahan tubuh seseorang yang terganggu, kurang minum air putih, infeksi, racun, obesitas, dan biasanya juga karena faktor usia.
Adakah cara untuk mencegah terjadinya Penyakit Albuminuria?
Ada. Dan sebaiknya beberapa pencegahan yang akan kami sebutkan nanti anda lakukan mulai dini akan tidak terlambat. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa anda lakukan untuk mencegah datangnya Penyakit Albuminuria.
Usahakan untuk bisa rutin melakukan check up ke dokter guna memeriksakan kesehatan ginjal anda.
Usahakan untuk memperbanyak minum air putih. Pada awal membiasakan minum air putih, biasanya seseorang akan sering pipis. Tidak apa-apa, itu baik.
Usahakan untuk tidak memenuhi gizi dengan makanan tertentu agar gizi dalam tubuh anda bisa tetap seimbang.
Usahakan untuk selalu cek kada gula dalam darah secara rutin.
Usahakan juga untuk cek tekanan darah.
Jika langkah-langkah diatas sudah anda jalankan dengan rutin, maka langkah terakhir adalah usahakan setiap 2 hari sekali atau beberapa hari sekali untuk melakukan olah raga ringan, bisa dengan berjalan kaki atau melakukan lari-lari kecil. Dengan begiti semua kinerja organ tubuh anda termasuk ginjal bisa tetap seimbang dan bekerja dengan baik.
Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah pembentukan materi keras menyerupai batu yang berasal dari mineral dan garam di dalam ginjal. Batu ginjal dapat terjadi di sepanjang saluran urine, dari ginjal, ureter (saluran kemih membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih), kandung kemih, serta uretra (saluran kemih yang membawa urine ke luar tubuh). Batu ginjal ini terbentuk dari limbah dalam darah yang membentuk kristal dan menumpuk di ginjal. Seiring waktu, materi tersebut semakin keras dan menyerupai bentuk batu.
Endapan batu di dalam ginjal bisa disebabkan oleh makanan atau masalah kesehatan lain yang mendasari. Berdasarkan jenisnya, batu ginjal dibagi menjadi empat, yaitu batu kalsium, batu asam urat, batu struvit, dan batu sistin.
Batu ginjal dapat berpindah dan tidak selalu berada dalam ginjal, Perpindahan batu ginjal, terutama yang berukuran besar, akan mengalami kesulitan menuju ureter yang kecil dan halus hingga kandung kemih, lalu dikeluarkan melalui uretra. Kondisi ini dapat menimbulkan iritasi saluran kemih. Batu ginjal yang terdiagnosis dan tertangani sejak awal, tidak menimbulkan kerusakan permanen pada fungsi ginjal.
Sebagian besar kasus penyakit batu ginjal dialami oleh orang-orang yang berusia 30-60 tahun. Diperkirakan 10 persen wanita dan 15 persen pria pernah mengalami kondisi ini selama hidup mereka.
Nefritis interstisial adalah infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan di ruang sekitar nefron.
Nefron adalah sekelompok jaringan dalam ginjal yang berbentuk tabung melingkar kecil dengan bola di salah satu ujungnya. Fungsi nefron adalah sebagai penyaring limbah sekaligus penyalur urin ke saluran uretra yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Setiap ginjal memiliki 1 juta nefron.
Penyakit ini dapat berupa akut atau kronis.
Seberapa umumkah nefritis interstisial?
Nefritis interstisial dapat mempengaruhi pasien pada semua usia, tetapi lebih sering ditemukan pada orang tua. Sebanyak 10-15 persen kasus gagal ginjal disebabkan oleh penyakit ini. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena kondisi ini apabila menghindari faktor berisiko. Mohon diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Tanda-tanda & gejala
Apa saja ciri-ciri dan gejala dari nefritis interstisial ?
Nefritis interstisial adalah kondisi yang memiliki beberapa gejala tertentu. Gejala utamanya meliputi demam dan ruam. Urin mungkin mengandung sel-sel eosinofil, sejenis sel darah putih.
Sering kali, penderita mungkin tidak merasakan gejala apapun sampai fungsi ginjal sudah sangat terganggu. Jika sudah mencapai tahap ini, gejala gagal ginjal (kelemahan, mual, gatal-gatal, muntah, pembengkakan kaki, dan rasa logam di mulut) sudah dapat terjadi.
Ketika infeksi sudah menyebabkan nefritis, penderita akan mengalami demam, menggigil, nyeri punggung, dan gangguan kencing (rasa terbakar, frekuensi terganggu, anyang-anyangan, dan kencing berdarah).
Tekanan darah mungkin menjadi tinggi dan kadang-kadang sulit untuk dikendalikan. Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter.
Kapan saya harus menghubungi dokter?
Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari keluhan berikut:
Terdapat darah dalam urin Anda atau Anda mengalami menggigil, demam, dan nyeri pinggang;
Mengalami ruam setelah memulai pengobatan baru, Anda alergi terhadap penisilin atau antibiotik lainnya, atau Anda memiliki efek samping obat.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan lain, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Status dan kondisi dapat berbeda pada setiap orang, maka selalu diskusikan dengan dokter tentang metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan terbaik bagi Anda.
Penyebab
Apa saja yang menyebabkan nefritis interstisial?
Nefritis interstisial adalah kondisi yang biasanya disebabkan oleh obat-obatan, termasuk antibiotik, obat anti-inflamasi, dan diuretik. Obat-obatan lain, dibarengi dengan infeksi bakteri dan virus, juga dapat menyebabkan penyakit ini menyerang.
Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit ini berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh seperti lupus, sarkoidosis dan sindrom Sjogren. Kadang-kadang, penyebabnya tidak diketahui.
Faktor-faktor risiko
Apa saja yang meningkatkan risiko terjangkit nefritis interstisial?
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nefritis interstisial adalah:
Pada orang dewasa bisa disebabkan karena konsumsi obat tidak mengikuti petunjuk dokter
Pada anak-anak bisa disebabkan karena infeksi.
Tidak adanya risiko tidak berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar gangguan. Ciri dan gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.
Obat & Pengobatan
Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.
Apa saja pilihan pengobatan saya untuk nefritis interstisial?
Pengobatan bertujuan untuk memperbaiki gagal ginjal dan mengatasi masalah metabolisme yang berhubungan dengan gagal ginjal (kalium yang tinggi, kalsium rendah, tingkat fosfor tinggi; jumlah darah rendah).Seorang nephrologist (spesialis penyakit ginjal) dapat membantu Anda. Pengobatan juga ditujukan untuk memperbaiki penyebab utama.
Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka penggunaannya akan dihentikan. Infeksi bakteri diobati dengan antibiotik. Jika penderita tidak menanggapi pengobatan awal, kortikosteroid seperti prednison dapat diberikan. Jika kortikosteroid tidak bekerja, obat yang lebih kuat seperti siklofosfamid dapat dicoba.
Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk nefritis interstisial?
Dokter membuat diagnosis dari riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan tes darah serta urin. Dokter mungkin juga menggunakan tes ultrasonografi, yang menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan penggambaran kondisi ginjal.
Untuk diagnosis yang masih tidak jelas, dokter mungkin akan melakukan biopsi ginjal. Dalam biopsi, jarum khusus dimasukkan dalam ginjal dan sepotong kecil jaringan ginjal diambil untuk diperiksa dengan mikroskop.
Pengobatan di rumah
Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nefritis interstisial?
Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda menghadapi nefritis interstisial:
Ketahuilah bahwa gangguan akan segera berhenti jika Anda berhenti mengonsumsi obat-obatan bermasalah yang menjadi penyebabnya
Konsumsi obat yang diresepkan
Ketahui bahwa sekitar sepertiga dari penderita akut akan membutuhkan dialisis sementara
Sadarilah bahwa penderita kronis biasanya memiliki gagal ginjal dan mungkin perlu dialisis permanen
Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segera dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.
Hati selain sebagai organ dalam sistem pencernaan makanan, juga sebagai organ dalam sistem ekskresi. Mengapa? Karena hati berperan dalam merombak sel darah merah yang telah tua dan rusak.
Pengubahan dilakukan oleh selsel khusus yang disebut sel histosit. Sel darah merah oleh histosit dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi diambil dan disimpan dalam hati untuk dikembalikan ke sumsum tulang.
Globin digunakan untuk metabolisme protein yang nantinya digunakan untuk membentuk hemoglobin (Hb) baru, sedangkan hemin diubah menjadi zat warna empedu berwarna hijau kebiruan yang disebut dengan bilirubin dan biliverdin.
Zat warna empedu dikeluarkan ke usus dua belas jari dan dioksidasi menjadi urobilin. Urobilin berwarna kuning cokelat yang berperan memberi warna pada feses dan urin.
Hati mengekskresikan empedu yang berupa cairan yang mengandung kolesterol, garam mineral, garam empedu, serta pigmen bilirubin dan biliverdin.
Organ hati juga berfungsi menguraikan asam amino dan dari penguraiannya akan menghasilkan zat sisa urea yang bersifat racun bagi tubuh kita. Urea dari dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urin.
Pembahasan tentang organ paru-paru sudah banyak dibahas pada pokok bahasan sistem transportasi dan sistem respirasi.
Selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Masih ingatkah kamu apa yang dikeluarkan paru-paru selama kita bernapas.
Masihkah kamu ingat pertukaran gas yang terjadi didalam alveolus. Oksigen di udara yang memasuki alveolus akan berdifusi dengan cepat melintasi epitelium ke dalam kumpulan kapiler yang mengelilingi alveolus, sehingga karbondioksida akan berdifusi dengan arah yang sebaliknya.
Darah pada alveolus akan mengikat oksigen dan mengangkutnya ke sel-sel jaringan. Dalam jaringan, darah mengikat karbondioksida (CO2) untuk dikeluarkan bersama H2O yang dikeluarkan dalam bentuk uap air. Reaksi kimia tersebut secara ringkas dapat kita tuliskan.
Kulit selain disebut sebagai organ ekskresi, juga berfungsi untuk melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan-kerusakan fisik karena gesekan, penyinaran, kuman-kuman, dan zat kimia.
Selain itu, juga berfungsi untuk mengurangi kehilangan air, mengatur suhu tubuh, dan menerima rangsangan dari luar.
Kelenjar keringat terdapat pada kulit, berbentuk pembuluh panjang, yang terletak memanjang dari lapisan malpighi hingga ke bagian dermis.
Pangkal kelenjar ini menggulung dan berhubungan dengan kapiler darah dan serabut saraf simpatik. Saraf simpatik merupakan salah satu saraf otonom/sistem saraf tak sadar.
Sistem saraf ini akan bekerja tanpa diperintah oleh sistem saraf pusat dan terletak pada sumsum tulang belakang.
Berdasarkan kerjanya saraf otonom, dibedakan menjadi dua, yaitu saraf simpatik dan parasimpatik. Saraf simpatik dan parasimpatik bekerja secara berlawanan.
Saraf simpatik akan meningkatkan kerja kelenjar keringat, sehingga merangsang produksi keringat. Kapiler darah dan kelenjar keringat akan menyerap air dengan larutan NaCl dan sedikit urea. Air beserta larutannya akan dikeluarkan menuju poripori kulit.
Ginjal disebut juga ren berbentuk seperti biji kacang merah. Ginjal terletak di kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang (dorsal).
Ginjal sebelah kiri letaknya lebih tinggi daripada ginjal sebelah kanan. Ginjal berfungsi untuk menyaring darah yang mengandung limbah sisa metabolisme dari sel.
Ginjal berwarna merah karena banyak darah yang masuk ke dalam ginjal. Darah akan masuk ke dalam ginjal melalui arteri besar dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh vena besar.
Ginjal tersusun atas lebih kurang 1 juta alat penyaring atau nefron. Nefron merupakan satuan struktural dan fungsional ginjal.
Sebuah nefron terdiri atas sebuah komponen penyaring atau badan Malphigi yang dilanjutkan oleh saluran-saluran (tubulus).
Setiap badan malphigi mengandung gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam kapsula Bowman. Pada bagian inilah proses penyaringan darah dimulai.
Medula (sumsum ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan dari badan malpighi dan saluran yang ada di bagian korteks.
Saluran-saluran itu adalah tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, tubulus pengumpul, dan lengkung henle yang terdapat pada medula.
Lengkung henle adalah bagian saluran ginjal yang melengkung pada daerah medula dan berhubungan dengan tubulus proksimal dan tubulus distal di daerah korteks.
Pelvis renalis atau rongga ginjal berfungsi sebagai penampung urin sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.
Ginjal memiliki fungsi sebagai penyaring darah, untuk lebih memahami proses penyaringan yang terjadi di dalam ginjal.
Tubuh memiliki mekanisme untuk membuang sampah-sampah yang tidak dibutuhkan. Pembuangan zat sisa dari dalam tubuh ditunjukkan pada berbagai proses, yaitu pengeluaran keringat, pengeluaran urin, pengeluaran gas CO2 dan H2O, serta pengeluaran urea dan cairan empedu.
Tahukah kamu mengapa zat-zat sisa ini perlu dibuang dari dalam tubuh? Ternyata, zat-zat sisa metabolisme ini dapat meracuni tubuh jika tidak dikeluarkan.
Struktur dan Fungsi Sistem Ekskresi pada Manusia
Seperti halnya sampah yang perlu dibuang dari dalam rumah agar tetap layak huni, maka tubuh kita juga harus membuang sampah dari dalam tubuh agar tetap sehat. Setelah kita minum, bernapas, dan berlari ternyata banyak bahan yang dikeluarkan tubuh.
Tubuh memiliki sistem tersendiri untuk mengatur kondisinya. Sistem ini berfungsi untuk mengeluarkan zat sisa dalam tubuh.
Bagaimana jika zat sisa ini tidak dikeluarkan? Jika tubuh tidak mengeluarkan zat sisa akan bersifat meracuni tubuh sehingga akan merusak berbagai organ dalam tubuh bahkan dapat berujung pada kematian.
Sistem ekskresi pada manusia melibatkan organ ekskresi berupa ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Zat sisa yang dikeluarkan dari organ-organ tersebut merupakan bahan sisa dari proses metabolisme.